Sumber : suarakarya-online
Indonesia yang kaya budaya memiliki keanekaragaman ciri khas di setiap daerahnya. Wilayah barat Indonesia memiliki perbedaan dengan wilayah timur mulai dari bahasa, warna kulit, sampai adat istiadat. Perbedaan ini juga terdapat cara kehidupan sehari-hari dan bagaimana melewatkan waktu di rumah.

Orang yang tinggal di wilayah pantai barat Sumatera misalnya, lebih memilih untuk menjadi nelayan ketimbang bercocok tanam, sementara mereka yang di pedalaman memilih untuk bercocok tanam.
Pada zaman dulu perbedaan ini termasuk dalam pengaplikasian tempat tinggal. Bagi orang yang berada di wilayah pedalaman akan merasa lebih aman bila memiliki rumah yang tinggi untuk menghindari binatang buas. Sementara yang tinggal di wilayah pantai lebih memilih rumah yang dekat dengan pantai dan menggunakan bahan dari bambu dan kayu agar rumah tetap mengapung jika diterjang air.
Unsur kayu dalam pembuatan rumah merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan, misalnya untuk pembuatan atap, kisi-kisi rumah, dan jendela. Kayu yang memiliki tekstur lembut dan menyejukkan ruangan, membuat nenek moyang kita lebih sering menggunakan kayu untuk membuat rumah mereka.
Selain alasan belum tersedianya bahan bangunan seperti sekarang, kayu juga digunakan karena alasan kenyamanan dan kemudahan. Sistem nomaden yang mengharuskan penghuni rumah berpindah tempat, maka dengan rumah kayu memungkinkan mereka membongkar dan memasang kembali rumahnya di tempat yang mereka inginkan.
Peminat rumah kayu tidak pernah berkurang. Ini dibuktikan oleh Edy Subiantoro yang menjadi marketing di rumahkayu.com. Dia menyatakan bahwa peminatnya tidak saja dari Tanah Air tapi juga dari mancanegara.
Rumahkayu.com menghadirkan rumah kayu modern (modern wooden house) dengan rancangan sistem bongkar pasang (knock down) yang imajinatif dan artistik.
Menurut Edy, pemilihan kayu jati dilakukan selain karena alasan kekuatan juga keindahan guratan kayu yang dapat menimbulkan kesan kesejukan dan keharmonisan. “Jaminan kekuatan adalah nilai tambah dari kami, karena diproses secara teliti dengan teknologi modern pengolahan kayu sehingga tetap mempertahankan keindahan guratan tekstur kayu sesuai aslinya,” ujar Edy.
Spesifikasi tipe rumah kayu yang besar berukuran (L) 6 meter x (P) 9 meter, dengan lantai, dinding, tiang, dan kuda-kuda menggunakan kayu jati. Pondasi terbuat dari umpak batu, sementara genteng plentong warna natural. Lama pembuatan rumah kayu ini antara 1,5 hingga 2 bulan. Tipe kecil berukuran antara (L) 6 m x (P) 7 m dengan waktu membuatan dan kayu yang sama. Ukuran-ukuran ini memang terkesan kecil dibandingkan dengan rumah kayu zaman dulu, yang masih dapat kita temui di Kalimantan yang ukurannya bisa mencapai (L) 10 m x (P) 25 m. (more…)

Advertisements